Langsung ke konten utama

Curahan hati seorang mahasiswa

 Sudah hampir 10 bulan lamanya covid berkelana didunia ini sehingga membuat banyak aktivitas tertunda tak jarang juga berganti menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Kegiatan perkuliahan berubah menjadi kegiatan daring. Selama kuliah sebagai salah satu mahasiswa universitas diponegoro, saya merasa pembelajaran offline masih menjadi metode pengajaran yang efektif. Keberadaan dosen dan mahasiswa didalamnya menjadi pendorong saya untuk aktif belajar dalam kelas. Dengan kondisi yang mendukung untuk belajar sehingga hasil pembelajaran selama offline lebih memuaskan dibanding secara online. Namun hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan, karena perubahan merupakan suatu hal yang akan terjadi dan seharusnya saya mampu menyesuaikan diri dengan cepat untuk tercapainya sebuah target. Karena menyalahkan keadaan tidak akan mengubah apapun, ketidakpastian akan selalu berjalan seiringan dengan waktu yang terus berputar. Selama pandemi ini saya jadi belajar mengenai seberapa berharganya waktu. Sehingga membuat saya harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya agar tidak kehilangan momen berharga. Tetapi terkadang selalu saja ada hambatan dalam setiap prosesnya dimana menunda sesuatu krn merasa memiliki banyak waktu membuat diri ini lebih memilih melakukan kegiatan untuk kesenangan sementara. Mengikuti keinginan dibandingkan kemauannya. Dengan beradanya kita sekarang diera digital membuat saya lebih senang untuk melihat sosok public figur dan pesohor negeri memperhatikan kehidupan mereka dan membuat seseorang jadi membanding-bandingkan dengan kehidupan asli setiap orang tersebut. Memiliki mimpi yang tinggi tetapi masih terjebak dalam zona nyaman sehingga semua keinginan terasa semu. Hasrat pribadi mengalahkan realita yang ada sehingga apa yang ingin kita wujudkan menjadi sulit terjangkau. Mari dengan ini kita perlu membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Alasan Kapten Tim Academy Liga Italia Kuliah di Undip

  Kompas.com - 07/09/2020, 14:27 WIB BAGIKAN: Komentar Lihat Foto Ilustrasi sepak bola.(shutterstock) Penulis Albertus Adit | Editor Albertus Adit KOMPAS.com - Universitas Diponegoro ( Undip) Semarang patut berbangga. Pasalnya, salah satu mahasiswa baru angkatan 2020/2021 adalah jebolan Kapten Tim Academy yang berlaga di Klasemen Enam Liga Italia. Dia adalah pesepakbola muda asal Indonesia Emir Eranoto Dipasena. Emir memutuskan meninggalkan posisinya sebagai kapten tim dan memilih untuk kuliah S1 di Undip Prodi Sastra Inggris. Padahal, Emir sebelumnya adalah pemain muda berbakat yang direkrut San Marco Juventina hingga dipercaya sebagai kapten tim di klub sepakbola ISM Academy. Baca juga: Dari Ribuan Kampus, Lulusan Undip Tercepat Ketiga Dapat Pekerjaan Diharapkan perkuat PS Undip Tentunya, dengan hadirnya Emir di Undip diharapkan mampu memperkuat tim sepakbola Kampus Diponegoro yakni PS Undip. "Kita berharap Emir mau memperkuat PS Undip yang juga aktif di kompetisi sepakbola nasi...